SOAL
1.
Jelaskan
mengapa testing diperlukan dalam implementasi system?
2.
Apa yang
dimaksud dengan defect software dan sebutkan 5 kategori defect software?
3.
Jelaskan yang
menjadi penyebab kegagalan software?
4.
Jelaskan
mengapa pengujian diperlukan dalam implemantasi sistem, berikan alasannya?
5.
Jelaskan
mengenai
a.
Unit testing
b.
System testing
c.
Acceptence
testing
6.
Jelaskan dan
sebutkan 3 pilar perancangan sistem?
7.
Apa perbedaan
dari white box dan black box testing?
JAWABAN
1.
Pengujian
(testing) adalah proses yang bertujuan untuk memastikan apakah semua fungsi sistem bekerja dengan baik dan mencari
kesalahan yang mungkin terjadi pada sistem.
Tujuan dari pengujian (testing) adalah untuk mendeteksi
:
a. Kesalahan bahasa (language error), kesalahan
yang diakibatkan oleh penulisan dalam penulisan sintaks.
b. Kesalahn waktu proses (runtime error), kesalahan
yang terjadi ketika program dijalankan. Kesalahan ini akan menyebabkan proses
program terhenti sebelum waktunya untuk berhenti.
c. Kesalahan logika (logical error), kesalahan
yang disebabkan oleh logika program yang dibuat. Kesalahan ini sulit ditemukan
karena tidak ada pemberitahuan letak kesalahannya.
2.
Kerusakan/Cacat
perangkat lunak (software defect) didefinisikan sebagai defect pada perangkat
lunak yang mungkin terjadi defect pada kode program, defect pada dokumentasi,
pada desain, dan hal-hal lain yang menyebabkan kegagalan perangkat lunak.
Kerusakan/Cacat perangkat lunak (software defect) didefinisikan sebagai defect
pada perangkat lunak yang mungkin terjadi defect pada kode program, defect pada
dokumentasi, pada desain, dan hal-hal lain yang menyebabkan kegagalan perangkat
lunak.
Terdapat 13 kategori defect
software (Kaner,Falk,Nguyen[KAM93A]):
1. User Interface error-sistem memberikan suatu tampilan yang berbeda dari spesifikasi
2. Erroe handling- perlakuan terhadap error bila terjadi
3. Boundary- related error- perlakukan terdapat nilai batasan dari jangkauan mereka yang tidak benar
4. Calculation error – perhitungan aritmatika dan logika yang mungkin tidak benar
5. Initial and Later states – fungsi gagal pada saat pertama digunakan atau sesudah itu
6. Control flow error – pilihan terhadap apa yang dilakukan berikutnya tidak sesuai untuk status saat ini.
7. Error in handling or interpreting data – melewatkan dan mengkonversikan data antar sistem
8. Race condition – bila dua event diproses maka salah satu akan diterima berdasarkan prioritas
sampai pekerjaan selesai dengan baik, baru pekerjaan berikutnya.
9. Load condition – saat sistem dipaksa maksimum, amsalh akan mulai muncul, seperti arrays, overflow, diskfull.
10. Hardaware –antar muka dengan suatu device mungkin tidak dapat beroperasi dengan benar.
11. Source and Version Control – program yang telah kadarluarsa mungkin dapat digunakan lagi bila ada revisi.
12. Documentasi- penggunaan tidak dapat melihat operasi yang telah dideskripsikan dalam dokumen panduan
13. Tetsing error-tester membuat kesalahan selama testing dan berpikir bahawa sistem berkelakukan tidak benar.
1. User Interface error-sistem memberikan suatu tampilan yang berbeda dari spesifikasi
2. Erroe handling- perlakuan terhadap error bila terjadi
3. Boundary- related error- perlakukan terdapat nilai batasan dari jangkauan mereka yang tidak benar
4. Calculation error – perhitungan aritmatika dan logika yang mungkin tidak benar
5. Initial and Later states – fungsi gagal pada saat pertama digunakan atau sesudah itu
6. Control flow error – pilihan terhadap apa yang dilakukan berikutnya tidak sesuai untuk status saat ini.
7. Error in handling or interpreting data – melewatkan dan mengkonversikan data antar sistem
8. Race condition – bila dua event diproses maka salah satu akan diterima berdasarkan prioritas
sampai pekerjaan selesai dengan baik, baru pekerjaan berikutnya.
9. Load condition – saat sistem dipaksa maksimum, amsalh akan mulai muncul, seperti arrays, overflow, diskfull.
10. Hardaware –antar muka dengan suatu device mungkin tidak dapat beroperasi dengan benar.
11. Source and Version Control – program yang telah kadarluarsa mungkin dapat digunakan lagi bila ada revisi.
12. Documentasi- penggunaan tidak dapat melihat operasi yang telah dideskripsikan dalam dokumen panduan
13. Tetsing error-tester membuat kesalahan selama testing dan berpikir bahawa sistem berkelakukan tidak benar.
3. Penyebab kegagalan software
Kurangnya penyesuaian pengembangan
sistem/software
Kelalaian menetapkan kebutuhan
pemakai dan melibatkan pemakai
Kurang sempurnanya evaluasi
kualitas dan analisis biaya
Adanya kerusakan dan kesalahan
rancangan software
Penggunaan teknologi komputer
dan perangkat lunak yg tidak
direncanakan dan pemasangan teknologi
tidak sesuai
Pengembangan software yang tidak
dapat dipelihara
Implementasi yang direncanakan
dilaksanakan kurang baik
4.
Pengujian
(testing) adalah proses yang bertujuan untuk memastikan apakah semua fungsi sistem bekerja dengan baik dan mencari
kesalahan yang mungkin terjadi pada sistem.
Tujuan dari pengujian (testing) adalah untuk mendeteksi
:
a. Kesalahan bahasa (language error), kesalahan
yang diakibatkan oleh penulisan dalam penulisan sintaks.
b. Kesalahn waktu proses (runtime error), kesalahan
yang terjadi ketika program dijalankan. Kesalahan ini akan menyebabkan proses
program terhenti sebelum waktunya untuk berhenti.
c. Kesalahan logika (logical error), kesalahan
yang disebabkan oleh logika program yang dibuat. Kesalahan ini sulit ditemukan
karena tidak ada pemberitahuan letak kesalahannya.
5.
Unit
Testing : /Unit Testing adalah metode verifikasi perangkat lunak di mana
programmer menguji suatu unit program layak untuk tidaknya dipakai. Unit
testing ini fokusnya pada verifikasi pada unit yang terkecil pada desain
perangkat lunak (komponen atau modul perangkat lunak). Karena dalam sebuah
perangkat lunak banyak memiliki unit-unit kecil maka untuk mengujinya biasanya
dibuat program kecil atau main program) untuk menguji unit-unit perangkat
lunak. Unit-unit kecil ini dapat berupa prosedur atau fungsi, sekumpulan
prosedur atau fungsi yang ada dalam satu file jika dalam pemrograman
terstruktur, atau kelas, bisa juga kumpulan kelas dalam satu package dalam PBO.
Pengujian unit biasanya dilakukan saat kode program dibuat.
System Testing : Pengujian Sistem Unit-unit proses yang
telah diintegrasikan diuji dengan antarmuka yang sudah dibuat sehingga
pengujian ini dimaksud untuk menguji sistem perangkat lunak. Perlu diingat
bahwa pengujian sistem harus dilakukan secara bertahap sejak awal pengembangan,
jika pengujian hanya diakhir maka dapat dipastikan kualitas sistemnya kurang
bagus.
Acceptance Testing :Pengujian Penerimaan Pengujian
penerimaan perangkat lunak dilakukan oleh pengguna yang telah bekerja sama
dengan pembuat program guna untuk mengetahui secara langsung bagaimana
perangkat lunak yang telah dibuat dapat bekerja sebelum perangkat lunak yang
dibuat disebar luaskan. Pengujian penerimaan ini bertujuan untuk mengetahui
kepuasan pengguna atau user
6.
White
Box Testing merupakan cara pengujian dengan melihat kedalam modul untuk meneliti
kode-kode program yang ada dan menganalisis apakah ada kesalahan atau tidak.
Jika terdapat modul yang menghasilkan output tidak sesuai dengan proses bisnis
yang dilakukan, maka baris-baris program, variabel dan parameter yang terlibat
pada unit tersebut akan dicek satu persatu, diperbaiki dan kemudian di-compile
ulang.
Dengan menggunakan white box akan didapatkan kasus uji
sebagai
berikut:
·
Menguji
semua keputusan secara logical.
·
Menguji
seluruh loop yang sesuai dengan batasannya.
·
Menguji
seluruh struktur data internal yang menjamin validitas.
BlackBox Testing :
Menurut Pressman (2002:551), Pengujian black box berfokus pada persyaratan
fungsional perangkat lunak. Pengujian black box memungkinkan perekayasa
perangkat lunak mendapatkan serangkaian kondisi input yang sepenuhnya
menggunakan semua persyaratan fungsional untuk suatu program. Pengujian black
box bukan merupakan alternatif dari teknik white box, tetapi merupakan
pendekatan komplementer yang kemungkinan besar mampu mengungkap kelas kesalahan
dari pada metode white box.
Pengujian black box berusaha menemukan kesalahan dalam kategori sebagai
berikut:
·
Fungsi–fungsi yang tidak benar
atau hilang.
·
Kesalahan interface dan kesalahan
kinerja.
·
Kesalahan dalam struktur data
atau akses database eksternal.
·
Inisialisasi dan kesalahan
terminasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar