Kamis, 30 Januari 2020

UAS TESTING IMPLEMENTASI SISTEM


SOAL
1.     Jelaskan mengapa testing diperlukan dalam implementasi system?
2.     Apa yang dimaksud dengan defect software dan sebutkan 5 kategori defect software?
3.     Jelaskan yang menjadi penyebab kegagalan software?
4.     Jelaskan mengapa pengujian diperlukan dalam implemantasi sistem, berikan alasannya?
5.     Jelaskan mengenai
a.     Unit testing
b.     System testing
c.      Acceptence testing
6.     Jelaskan dan sebutkan 3 pilar perancangan sistem?
7.     Apa perbedaan dari white box dan black box testing?


JAWABAN
1.     Pengujian (testing) adalah proses yang bertujuan untuk memastikan apakah semua  fungsi sistem bekerja dengan baik dan mencari kesalahan yang mungkin terjadi pada sistem.
Tujuan dari pengujian (testing) adalah untuk mendeteksi :
a. Kesalahan bahasa (language error), kesalahan yang diakibatkan oleh penulisan dalam penulisan sintaks.
b. Kesalahn waktu proses (runtime error), kesalahan yang terjadi ketika program dijalankan. Kesalahan ini akan menyebabkan proses program terhenti sebelum waktunya untuk berhenti.
c. Kesalahan logika (logical error), kesalahan yang disebabkan oleh logika program yang dibuat. Kesalahan ini sulit ditemukan karena tidak ada pemberitahuan letak kesalahannya.

2.     Kerusakan/Cacat perangkat lunak (software defect) didefinisikan sebagai defect pada perangkat lunak yang mungkin terjadi defect pada kode program, defect pada dokumentasi, pada desain, dan hal-hal lain yang menyebabkan kegagalan perangkat lunak. Kerusakan/Cacat perangkat lunak (software defect) didefinisikan sebagai defect pada perangkat lunak yang mungkin terjadi defect pada kode program, defect pada dokumentasi, pada desain, dan hal-hal lain yang menyebabkan kegagalan perangkat lunak.
Terdapat 13 kategori defect software (Kaner,Falk,Nguyen[KAM93A]):
1.    User Interface error-sistem memberikan suatu tampilan yang berbeda dari spesifikasi
2.    Erroe handling- perlakuan terhadap error bila terjadi
3.    Boundary- related error- perlakukan terdapat nilai batasan dari jangkauan mereka yang tidak benar
4.    Calculation error – perhitungan aritmatika dan logika yang mungkin tidak benar
5.    Initial and Later states – fungsi gagal pada saat pertama digunakan atau sesudah itu
6.    Control flow error – pilihan terhadap apa yang dilakukan berikutnya tidak sesuai untuk status saat ini.
7.    Error in handling or interpreting data – melewatkan dan mengkonversikan data antar sistem
8.    Race condition – bila dua event diproses maka salah satu akan diterima berdasarkan prioritas
       sampai pekerjaan selesai dengan baik, baru pekerjaan berikutnya.
9.    Load condition – saat sistem dipaksa maksimum, amsalh akan mulai muncul, seperti arrays, overflow, diskfull.
10.  Hardaware –antar muka dengan suatu device mungkin tidak dapat beroperasi dengan benar.
11.  Source and Version Control – program yang telah kadarluarsa mungkin dapat digunakan lagi bila ada revisi.
12.  Documentasi- penggunaan tidak dapat melihat operasi yang telah dideskripsikan dalam dokumen  panduan
13.  Tetsing error-tester membuat kesalahan selama testing dan berpikir bahawa sistem berkelakukan tidak  benar.

3.     Penyebab kegagalan software
Kurangnya penyesuaian pengembangan sistem/software
Kelalaian menetapkan kebutuhan pemakai dan melibatkan pemakai
Kurang sempurnanya evaluasi kualitas dan analisis biaya
Adanya kerusakan dan kesalahan rancangan software
Penggunaan teknologi komputer dan  perangkat lunak yg tidak direncanakan dan pemasangan teknologi  tidak sesuai
Pengembangan software yang tidak dapat dipelihara
Implementasi yang direncanakan dilaksanakan kurang baik
4.     Pengujian (testing) adalah proses yang bertujuan untuk memastikan apakah semua  fungsi sistem bekerja dengan baik dan mencari kesalahan yang mungkin terjadi pada sistem.
Tujuan dari pengujian (testing) adalah untuk mendeteksi :
a. Kesalahan bahasa (language error), kesalahan yang diakibatkan oleh penulisan dalam penulisan sintaks.
b. Kesalahn waktu proses (runtime error), kesalahan yang terjadi ketika program dijalankan. Kesalahan ini akan menyebabkan proses program terhenti sebelum waktunya untuk berhenti.
c. Kesalahan logika (logical error), kesalahan yang disebabkan oleh logika program yang dibuat. Kesalahan ini sulit ditemukan karena tidak ada pemberitahuan letak kesalahannya.

5.     Unit Testing : /Unit Testing adalah metode verifikasi perangkat lunak di mana programmer menguji suatu unit program layak untuk tidaknya dipakai. Unit testing ini fokusnya pada verifikasi pada unit yang terkecil pada desain perangkat lunak (komponen atau modul perangkat lunak). Karena dalam sebuah perangkat lunak banyak memiliki unit-unit kecil maka untuk mengujinya biasanya dibuat program kecil atau main program) untuk menguji unit-unit perangkat lunak. Unit-unit kecil ini dapat berupa prosedur atau fungsi, sekumpulan prosedur atau fungsi yang ada dalam satu file jika dalam pemrograman terstruktur, atau kelas, bisa juga kumpulan kelas dalam satu package dalam PBO. Pengujian unit biasanya dilakukan saat kode program dibuat.
System Testing : Pengujian Sistem Unit-unit proses yang telah diintegrasikan diuji dengan antarmuka yang sudah dibuat sehingga pengujian ini dimaksud untuk menguji sistem perangkat lunak. Perlu diingat bahwa pengujian sistem harus dilakukan secara bertahap sejak awal pengembangan, jika pengujian hanya diakhir maka dapat dipastikan kualitas sistemnya kurang bagus.

Acceptance Testing :Pengujian Penerimaan Pengujian penerimaan perangkat lunak dilakukan oleh pengguna yang telah bekerja sama dengan pembuat program guna untuk mengetahui secara langsung bagaimana perangkat lunak yang telah dibuat dapat bekerja sebelum perangkat lunak yang dibuat disebar luaskan. Pengujian penerimaan ini bertujuan untuk mengetahui kepuasan pengguna atau user


6.     White Box Testing merupakan cara pengujian dengan melihat kedalam modul untuk meneliti kode-kode program yang ada dan menganalisis apakah ada kesalahan atau tidak. Jika terdapat modul yang menghasilkan output tidak sesuai dengan proses bisnis yang dilakukan, maka baris-baris program, variabel dan parameter yang terlibat pada unit tersebut akan dicek satu persatu, diperbaiki dan kemudian di-compile ulang.
Dengan menggunakan white box akan didapatkan kasus uji sebagai
berikut:
·        Menguji semua keputusan secara logical.
·        Menguji seluruh loop yang sesuai dengan batasannya.
·        Menguji seluruh struktur data internal yang menjamin validitas.

BlackBox Testing :
Menurut Pressman (2002:551), Pengujian black box berfokus pada persyaratan fungsional perangkat lunak. Pengujian black box memungkinkan perekayasa perangkat lunak mendapatkan serangkaian kondisi input yang sepenuhnya menggunakan semua persyaratan fungsional untuk suatu program. Pengujian black box bukan merupakan alternatif dari teknik white box, tetapi merupakan pendekatan komplementer yang kemungkinan besar mampu mengungkap kelas kesalahan dari pada metode white box.
Pengujian black box berusaha menemukan kesalahan dalam kategori sebagai berikut:
·        Fungsi–fungsi yang tidak benar atau hilang.
·        Kesalahan interface dan kesalahan kinerja.
·        Kesalahan dalam struktur data atau akses database eksternal.
·        Inisialisasi dan kesalahan terminasi.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Soal Etika Profesi

1. Sebutkan prinsip dasar di dalam etika profesi! 2. Sebutkan fungsi kode etik profesi menurut Sumaryono! 3. Bagaimana menjadi pekerja sos...