Senin, 23 Maret 2020

Tugas Etika dan Bisnis


Nama : Ismail Fikkry / MK : Etika Bisnis dan Profesi / 16020054
1.      Hubungan Etika, Filsafat, dan dan ilmu pengetahuan :
Filsafat adalah bagian dari ilmu pengetahuan yang berfungsi sebagai interpretasi tentang hidup manusia. Etika merupakan bagian dari filsafat, yaitu filsafat moral. Filsafat moral adalah cabang dari filsafat tentang tindakan manusia. Filsafat mempersoalkan istilah-istilah terpokok dari ilmu pengetahuan dengan suatu cara yang berada di luar tujuan dan metode ilmu pengetahuan. Dalam hubungan ini Harold H. Titus menerangkan: Ilmu pengetahuan mengisi filsafat dengan sejumlah besar materi yang faktual dan deskriptif, yang sangat perlu dalam pembinaan suatu filsafat. Banyak ilmuwan yang juga filsuf.
Kesimpulan : Suatu ilmu yang mempelajari perbuatan baik dan buruk manusia berdasarkan kehendak dalam mengambil keputusan yang mendasari hubungan antar sesama manusia.

2.      Hubungan Etika antara etika, moral, norma dan Hukum
Hubungan antara etika, moral, norma, dan hukum adalah mengatur bagaimana manusia berperilaku baik sebagai individu maupun bermasyarakat dan memberikan batasan yang jelas dan tak boleh dilanggar, jika terjadi pelanggaran, hukumannya pun telah diatur.

3.      Hubungan antara etika,agama dan adat
Adat istiadat adalah kumpulan tata kelakuan yang paling tinggi kedudukannya karena bersifat kekal dan terintegrasi sangat kuat terhadap masyarakat yang memilikinya. Adat istiadat dapat dimaksudkan dengan Etika perangai yang diartikan sebagai kebiasaan yang menggambarkan perangai manusia dalam kehidupan bermasyarakat di daerah-daerah tertentu, pada waktu tertentu pula. Etika perangai tersebut diakui dan berlaku karena disepakati masyarakat berdasarkan hasil penilaian perilaku. (Sumaryono (1995))
Hubungan antara ETIKA dan AGAMA
Etika tidak dapat menggantikan agama. Agama merupakan hal yang tepat untuk memberikan orientasi moral. Pemeluk agama menemukan orientasi dasar kehidupan dalam agamanya. Akan tetapi agama itu memerlukan ketrampilan etika agar dapat memberikan orientasi, bukan sekadar indoktrinasi.
Etika mendasarkan diri pada argumentasi rasional semata-mata sedangkan agama pada wahyunya sendiri. Oleh karena itu ajaran agama hanya terbuka pada mereka yang mengakuinya sedangkan etika terbuka bagi setiap orang dari semua agama dan pandangan dunia.

4.      Empat Prespektif pendekatan standar profesional
Untuk mengukur sebuah profesionalisme, tentunya perlu diketahui terlebih dahulu standar profesional. Secara teoritis menurut Gilley dan Enggland (1989), standar profesional dapat diketahui dengan empat perspektif pendekatan, yaitu:
a. Pendekatan Berorientasi Filosofis.
b. Pendekatan Perkembangan Bertahap.
c. Pendekatan Berorientasi Karakteristik.
d. Pendekatan Berorientasi Non-Tradisional

5.      Isu Pokok Etika Komputer
a)      Kejahatan Komputer
Kejahatan yang dilakukan dengan computer sebagai basis teknologinya. Virus, spam, penyadapan, carding, Denial of Services ( DoS ) / melumpuhkan target
b)      Cyber ethics
Implikasi dari INTERNET ( Interconection Networking ), memungkinkan pengguna IT semakin meluas, tak terpetakan, tak teridentifikasi dalam dunia anonymouse.
c)      Diperlukan adanya aturan tak tertulis Netiket, Emoticon.
d)     E-commerce
Otomatisasi bisnis dengan internet dan layanannya, mengubah bisnis proses yang telah ada dari transaksi konvensional kepada yang berbasis teknologi, melahirkan implikasi negative; bermacam kejahatan, penipuan, kerugian karena ke-anonymouse-an tadi.
e)      Pelanggaran HAKI
Masalah pengakuan hak atas kekayaan intelektual. Pembajakan, cracking, illegal software dst.
f)       Tanggung jawab profesi
Sebagai bentuk tanggung jawab moral, perlu diciptakan ruang bagi komunitas yang akan saling menghormati. Misalnya IPKIN ( Ikatan Profesi Komputer & Informatika-1974 ).

6.      Jelaskan dan contoh isu etika moral dan isu etika bisnis
·         Etika dari Human Resource Management (HRM) mencakup isu-isu yang muncul disekitar relasi antara the employer-employee (majikan-pegawai), seperti hak-hak dan kewajiban yang dimiliki oleh masing-masing.
Isu-3: Ethics of human resource management
CONTOH:
·         isu-isu discrimination termasuk diskiminasi berdasar usia (ageism), gender, ras, agama, disability people/penyandang cacat, berat badan dan penampilan, sexual harrassment.
·         Isi-isu yang terkait dengan representasi dari pekerja dan demokrasi di tempat kerja: union busting, strike breaking.
·         Isu-isu yang mempengaruhi privacy karyawan/pekerja >> workplace surveillance, drug testing.

7.      Perbedaan antara profesi, profesional dan profesionalisme
Dalam rangka mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang berkualitas termasuk di dalamnya penyelenggaraan pelayanan publik sangat diperlukan unsur profesionalisme sumber daya aparatur. Terabaikannya unsur profesionalisme sumber daya aparatur dalam menjalankan tugas dan fungsi organisasi pemerintahan akan berdampak kepada menurunnya kualitas penyelenggaraan pemerintahan.
Profesionalisme sangat mencerminkan sikap seseorang terhadap pekerjaan maupun jenis pekerjaannya/profesinya. Menurut Muhammad dalam Yuwono (2011:9), “Profesi adalah pekerjaan tetap bidang tertentu berdasarkan keahlian khusus yang dilakukan secara bertanggung jawab, dengan tujuan memperoleh penghasilan.” Pendapat lain di tambahkan oleh Yowono (2011:8) yang menyatakan bahwa, “Profesi adalah pengkhususan dari pekerjaan yang cakupannya masih luas….”
Jika dilihat dari pengertian profesi tersebut, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa profesi merupakan sebuah pekerjaan yang telah dikhususkan berdasarkan keahlian dan kemampuan yang diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan. Berdasarkan kata profesi terebut maka muncullah kata profesional yang sering disebut-sebut kepada seseorang yang menjalankan profesi tersebut. Menurut Yuwono (2011:9) Profesional adalah, “Pekerja yang menjalankan profesi tersebut.” Sedangkan Profesional menurut Kurniawan (2005:73) adalah, “Suatu kemampuan dan keterampilan seseorang dalam melakukan pekerjaan menurut bidang dan tingkatan masing-masing,” Dari pendapat tersebut maka saya menarik kesimpulan bahwa profesional adalah seseorang yang melakukan pekerjaan berdasarkan keahlian, kemampuan dan keterampilan khusus dibidang pekerjaannya.
Untuk dapat membedakan antara profesi, profesional, dan profesionalisme maka perlu diketahui pengertian profesionalisme. Menurut Dwiyanto (2011:157) profesionalisme yaitu, “Paham atau keyakinan bahwa sikap dan tindakan aparatur dalam menyelenggarakan kegiatan pemerintahan dan pelayanan selalu didasarkan pada ilmu pengetahuan dan nilai-nilai profesi aparatur yang mengutamakan kepentingan publik.” Sedangkan profesionalisme menurut Siagian (2009:163) adalah, “Keandalan dan keahlian dalam pelaksanaan tugas sehingga terlaksana dengan mutu tinggi, waktu yang tepat, cermat, dan dengan prosedur yang mudah dipahami dan diikuti oleh pelanggan.”

8.      Perbedaan norma – norma dalam masyarakat
·         Norma ( kaedah ) AGAMA
 Berasal dari TUHAN / ALLAH
 Sanksinya bersifat internal (dosa )
Isinya ditujukan pada sikap lahir dan bathin
Daya kerjanya lebih menitik beratkan pada kewajiban dan hak
·         Norma ( kaedah ) KESUSILAAN / MORAL
Bersumber pada diri sendiri yang bersifat OTONOM
Sanksinya bersifat internal, yaitu dari pelaku sendiri
Isinya ditujukan pada sikap bathin
Bertujuan untuk kepentingan pelaku agar dia menyempurnakan dirinya sendiri
Daya kerjanya lebih menitik beratkan pada kewajiban
·         Norma ( kaedah ) KESOPANAN
Bersumber dari masyarakat yang tidak terorganisir
 Sanksinya bersifat eksternal dalam wujud teguran, celaan dan pengusiran
 Isinya ditujukan pada sikap lahir
 Bertujuan untuk ketertiban masyarakat
Daya kerjanya pada kewajiban
·         Norma ( kaedah ) HUKUM
Bersumber dari masyarakat yang diwakili oleh suatu otoritas tertinggi dan terorganisir
Sanksinya bersifat eksteren dalam wujud pidana mati, penjara kurungan dan denda
Isinya mutlak ditujukan pada sikap lahir
Bertujuan untuk ketertiban masyarakat
Daya kerjanya mengharmonisasikan antara hak dan kewajiban

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Soal Etika Profesi

1. Sebutkan prinsip dasar di dalam etika profesi! 2. Sebutkan fungsi kode etik profesi menurut Sumaryono! 3. Bagaimana menjadi pekerja sos...